Pentingnya Role Model Pembimbingan Klinik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Kedokteran

Category: Pengantar Mingguan Hits: 456

Penelitian di bidang pendidikan kedokteran secara umum yang berfokus pada pembimbingan klinik secara khusus, selama ini masih memiliki prioritas rendah di Asia Selatan. Banyak gaps dalam metode pembimbingan klinik antara dunia barat dan timur, dimana kurikulum pendidikan kedokteran kurang fokus pada metode pembimbingan klinik yang akan menjembatani adanya keterampilan komunikasi yang rendah, etika dan profesionalisme lulusan kedokteran selama ini. Di sinilah peran pentingnya strategi dan metode pembimbingan klinik serta keberadaan dosen pembimbing klinik.

Dalam forum diskusi bersama dengan pendampingan dosen (Critical Appraisal) mahasiswa Program Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan (S2 IPK) FK -KMK UGM 11 November 2019 lalu di Ruang Kuliah Gd. Radioputro Lt. 6 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, membahas sebuah artikel dalam jurnal BMC Medical Education (2016) 16:52 yang berjudul “Role Models and Teachers: Medical Student |Perception of Teaching Learning Methods in Clinical Setting, a Qualitative Study from Sri Lanka” yang membahas tentang studi eksploratif dari 3 sekolah kedokteran di Sri Lanka, yang merupakan salah satu negara di Asia Selatan mengenai pengalaman mahasiswa kedokteran selama menjalani praktik klinik pada tahun - tahun terakhir kuliah dengan tujuan untuk mengetahui pengalaman belajar - mengajar mereka, sehingga memberikan pemahaman mendalam tentang metode pembimbingan klinik.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk melakukan studi eksplorasi. Sampel yang diambil adalah 28 orang lulusan dari 3 fakultas kedokteran yang diundang untuk menjalani indepth interview. Jurnal tersebut menggunakan metode Critical AppraisalAppraising Qualitative Research Articles in medicine and Medical Education’ oleh Luc Cote dan Jean Turgeon yang mengkategorikan pertanyaan disertai jawaban yang terkait introduction, methods, results dan conclusion. Di dalam diskusinya mahasiswa membahas berbagai hal terkait trustworthiness, figurative role model, peran aktif dan interaktif dosen dan mahasiswa serta peran penting dari refleksi.

Kesimpulan yang didapatkan dari critical appraisal ini adalah penelitian menyoroti perlunya bukti empiris yang relevan secara lokal dapat mengisi knowledge gap, menginformasikan praktik akademik dan memandu reformasi pendidikan kedokteran di wilayah ini (Sri Lanka, Asia Selatan). Pembelajaran klinik akan bermakna jika ada diskusi dan interaksi yang intens dengan dosen pembimbing klinik, sebagai momen klarifikasi dan diskusi mengenai apa yang dipelajari selama preklinik dan klinik. Mahasiswa menyimpulkan secara keseluruhan dari hasil penilaian, jurnal ini dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya.

Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah para dokter dari budaya dan wilayah yang berbeda dapat memiliki sikap dan praktik yang berbeda dalam mengintegrasikan S/R dalam pelayanan kepada pasien. Hal ini menyebabkan perlunya pengembangan kurikulum global tentang pembelajaran dan pelatihan terkait S/R yang mempertimbangkan kekhususan tersebut.

Selengkapnya >